Dua Bulan Sebagai Prelo Student Partner Yogyakarta

Dua Bulan Sebagai Prelo Student Partner Yogyakarta

Haloo! Kali ini aku ingin sedikit berbagi soal pengalaman aku selama dua bulan menjadi Prelo Student Partner. Mungkin dari kalian ada yang belum tau Prelo, jadi aku akan sedikit menjelaskan, ya. Prelo adalah ecommerce khusus barang bekas layak jual (tapi juga bisa jual atau beli barang baru kok) asli buatan anak negeri. Di Prelo, kamu bisa menemukan banyak banget barang-barang di masing-masing kategori. (Baca: Review Aplikasi & Pengalaman Belanja di Prelo)

Nah, itu tentang Prelo. Sekarang, aku akan menjelaskan sedikit soal Prelo Student Partner. Prelo Student Partner merupakan salah satu program Prelo yang melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas di kota-kota tertentu untuk turut menyebarkan semangat Prelo. Mungkin, istilah yang lebih umum adalah ambassador, ya. Ya intinya, aku adalah salah satu Prelo Student Partner dari Yogyakarta yang mewakili Universitas Islam Indonesia.Terus, apa manfaatnya?

Yang pertama, aku mendapatkan materi terkait dunia start up. Yang kedua, aku bertemu teman-teman baru yang pastinya kompeten karena sudah melalui tahap seleksi. Yang ketiga, aku mendapat tugas-tugas yang mengasah kreativitas meski tidak sampai menyita waktu. Yang keempat, ehem, aku dapat uang jajan.

Banyak banget lho manfaatnya, padahal yang aku rasakan, seleksinya sama sekali tidak sulit, bahkan saat wawancara cenderung santai. Oh iya, sekalian saja aku bahas, ya. Jadi aku dikabarkan lolos seleksi wawancara di tanggal 11 Agustus. Wawancaranya sendiri di tanggal 14 Agustus. Tanggal 18 Agustus, aku sudah diumumkan lolos sebagai Prelo Student Partner. Wawancaranya sendiri melalui skype. Lucunya, karena lewat skype, jadi aku udah expect untuk video call dong? Akhirnya aku dandan maksimal, dan pinjam laptop teman karena laptopku memang enggak ada webcamnya. Tapi ternyataaa menjelang waktu wawancara, internet kampusku error. Panik, akhirnya aku pakai HP-ku aja. Tapi karena susah, ujung-ujungnya voice call aja LOL. Tapi seru sih, wawancaranya ternyata santai banget.

Pertanyaan waktu wawancara apa aja?

Standar sih. Misal, apa yang kamu tahu soal Prelo? Sudah pernah menggunakan Prelo belum? Tahu Prelo dari mana? Dan kenapa kita harus memilih kamu? Standar kok, dan yang pasti suasana wawancaranya enggak tegang sama sekali.

Oh iya, dan yang paling aku suka, wawancaranya sangat tepat waktu! Aku dijadwal wawancara jam 14.50 dan jam segitu aku bener-bener ditelpon. Wawancaranya sendiri juga benar-benar berlangsung selama 10 menit aja

Apa aja tugas sebagai Prelo Student Partner?

Sejak Agustus itu, kami sudah dijelaskan soal tugas-tugas apa aja yang akan kami kerjakan. Tugasnya sendiri dibagi menjadi tugas individu dan tugas kelompok. Tugas individu, misalnya, menulis soal Prelo dan share soal Prelo di sosial media, juga mengajak orang lain untuk join di Prelo. Sedangkan tugas kelompok, contohnya, membuat video tentang Prelo. Tugas ini bisa berbeda-beda yaa, enggak mesti sama setiap tahunnya.

Di mana aja ada Prelo Student Partner?

Setahuku, tahun ini baru tahun kedua adanya Prelo Student Partner. Tahun pertama hanya ada di Bandung, sedangkan tahun kedua ada di Bandung, Jogja, Jakarta, dan Medan. Mari berdoa supaya kota lain menyusul yaa!

Mungkin itu aja yang bisa aku bagi ke kalian. Intinya, kalau ada peluang untuk menambah ilmu dan pertemanan, kamu bisa manfaatkan sebaik-baiknya, mumpung masing muda 😀

Selamat malam!