Jogja Mulai Macet, Apa Solusinya?

Jogja Mulai Macet, Apa Solusinya?

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan beberapa orang dari Bandung dalam sebuah acara wisuda. Iya, saya diwisuda, tapi sayangnya dalam rangka acara lain, hehe. Beberapa dari mereka mengatakan Jogja saat ini ternyata sangat macet dan ramai, jauh dari kondisi Jogja beberapa tahun lalu. Keluhan serupa sebenarnya sudah sangat sering saya dengar. Bahkan, Jogja disebut-sebut akan segera menyusul Jakarta dalam hal kemacetan. Akan tetapi, menurut saya, persoalan macet memang bukan cuma ada di Jogja. Di Indonesia atau lokasi manapun di belahan dunia lain juga mengalami hal yang sama. Mau bagaimana lagi? Pertumbuhan penduduk tidak mungkin berhenti. Saat ini, kita hanya bisa memikirkan solusinya.

Transportasi massal sudah menjadi wacana solutif bagi kemacetan di manapun. Prinsipnya, transportasi umum yang nyaman (dari semua sisi) akan membuat masyarakat malas membawa kendaraan pribadi yang menjadi penyebab macet nomor satu. Di Jogja sendiri, transportasi umum itu bernama Trans Jogja. Trans Jogja mulai beroperasi pada tahun 2008. Hingga tahun ini, jumlah armada mencapai 105 dari total yang direncanakan sebanyak 128 buah. Sebanyak 17 jalur yang direcanakan, namun saat ini baru mencapai 15 jalur. Jumlah halte permanen dan portable masing-masing adalah 113 dan 90 buah. Di website Dinas Perhubungan Provinsi DIY, kita bisa mengunduh peta rute Trans Jogja.

Meskipun pengadaannya bertujuan untuk mengurai kemacetan, nyatanya 71,5% koresponden dari penelitian tentang Trans Jogja menyatakan Trans Jogja belum berhasil mengatasi kemacetan (sumber). Selain itu, tingkat terisian penumpang (load factor) juga masih sangat rendah, yakni baru sebanyak 25%, padahal, idealnya adalah 70%. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat masyarakat terhadap Trans Jogja. Dengan minat masyarakat yang rendah, otomatis Trans Jogja tidak akan bisa menjadi solusi kemacetan jangka panjang.

Pemerintah bisa memulainya dari penambahan jalur (terutama di daerah-daerah yang belum tersentuh transportasi umum sama sekali) serta penambahan jumlah armada dan pemanfaatan teknologi. Saat ini, pemerintah perlu mengintegrasikan transportasi massal dengan teknologi untuk mempermudah akses bagi masyarakat. Di Melbourne, contohnya, rute trem dapat dipantau langsung di aplikasi yang bisa dipasang di smartphone. Tentunya, hal ini akan sangat bermanfaat bagi pendatang baru maupun wisatawan. Terlebih, Jogja merupakan salah satu tujuan destinasi utama di Indonesia. Nantinya, bila Trans Jogja melayani ke banyak titik di seluruh penjuru Provinsi DIY, maka aplikasi ini akan sangat terasa manfaatnya.

Di dalam aplikasi ini, pemerintah bisa menyematkan beberapa fitur utama, antara lain semua jalur dari Trans Jogja, kapan armada selanjutnya akan datang pada jalur yang kita pilih, di mana halte terdekat, di mana posisi armada yang akan kita naiki, dan fitur-fitur lain yang mempermudah masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan bisa memantau langsung jam berapa bus tujuan akan datang dan memperkirakan kapan akan tiba di tempat tujuan. Tentunya, hal ini menarik, terutama bagi wisatawan yang ingin jalan-jalan naik Tranas Jogja. Saya rasa, di zaman serba canggih seperti saat ini, tidaklah sulit untuk membuat aplikasi semacam itu. Siapa tahu, Jogja menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi ini. Cap sebagai kota pelajar pun tidak lagi hanya soal jumlah pelajar, tapi kemampuan pelajarnya dalam memanfaatkan teknologi. Smart City it is!

Semoga ke depannya, entah Trans Jogja atau transportasi umum lain, ada yang bisa membawa saya dari lereng Merapi ke pantai di Gunung Kidul, who knows?

[First Impression] Morphe The Little Pallete Coca Mocca by Elena Gant dan Drama Paket Nyasar

Assalamu’alaikum!

Selamat malam!

Oke, jadi ini adalah salah satu review yang paling aku tungg-tunggu selama lebih dari satu bulan. Sebenarnya, aku punya hutang review produk-produk yang udah lebih dulu aku beli. (Cek di Oktober Haul from Elsbeauty7 dan Mutiara (Jogjakarta)

Tapi masalahnya, aku udah pengen banget pallete ini. Waktu tau Morphe lagi ada sale 15%, aku langsung pesan pallete ini di lapaknya Spider di market plaza femaledaily. Kayak gini penampakannya:

Packaging Morphe The Litte Pallete Coca Mocca

Palletenya kecil, sesuai namanya dan yang pasti jadi travel friendly, dan waktu lihat warna-warnanya, aku tambah jatuh cinta! Tapi, sebelum masuk ke first impression, aku mau sharing sesuatu yang (mungkin) sering teman-teman alami juga. Di awal post ini, aku udah bilang kalau aku nunggu pallete ini cukup lama karena aku beli dengan sistem Pre Order. Aku menunggu lebih dari 1 bulan. Akhirnya, tanggal 19 November kemarin, Spider kirim paket ini.

Aku enggak minta resinya karena biasanya enggak ada kendala dan udah sering juga belanja di Spider ini. Hari Selasanya, tepatnya tanggal 22, muncul pesan pop up di HPku yang menyatakan paketku sudah sampai, dan diterima oleh Adi. Aku mengingat-ingat, siapa itu Adi? Rasanya di kosku enggak ada yang namanya Adi. Waktu aku sampai di kos, aku tanyakan temanku soal paket, dia bilang enggak ada paket.

Read More

[Swatches & Review] Purbasari Matte Lipstick 91-94

Assalamu’alaikum!
Selamat pagi semuanya!
Mumpung lagi rajin nulis, jadi aku buru-buru mau nulis ini. Ini pun harusnya udah lama aku tulis karena aku beli lipsticknya udah cukup lama, tapi penyakit malas memang susah ya sembuhnya, kecuali kita paksa sembuh lol

Aku enggak kasih banyak foto ya, karena aku rasa packaging, tekstur, dan lain-lainnya itu dari Purbasari udah biasa banget, udah tau semua karena Purbasari lipstick sejuta umat haha.

Langsung aku kasih swatchesnya ya!

swatch-purbasari
Swatches Purbasari Warna Baru

Aku mohon maaf sebelumnya karena aku gak nemu nomor 95 di 3 toko yang aku datangi, akhirnya aku hanya bisa beli nomor 91-94.

Nomor 91 (Opal) : Ini entah kenapa teksturnya paling bagus, paling lembap, dan paling enak diolesin ke bibir. Warnanya merah tua dengan hint ungu vampy gitu, cantik banget! Aku pernah lho pakai ini untuk keluar dan ternyata seru juga ya pakai warna begini buat jalan.Pokoknya kece lah!

Nomor 92 (Rose): Ini pink dengan hint coal yang kenceng. Nah ini salah satu warna best seller dari Purbasari yang nomor baru karena inipun aku dapet di toko ketiga dan tinggal satu-satunya pula. Warnanya emang cantik banget sih. Aku sehari-hari pakai ini. Enggak terlalu kelihatan pakai lipstick, tapi juga berhasil bikin muka nggak pucet. Istilahnya kerennya sih, My Lips But Better.

Nomor 93 (Beryl): Merah dengan hint orange. Sebenernya banyak sih warna begini, tapi ya bisa lah jadi alternatif lipstick merah. Cantik juga kok. Di reviewnya Mbak Arum di sini sih nyebut kalau ada hint coklatnya, tapi di bibirku enggak ada sama sekali sih.

Nomor 94 (Azotic): Pink juga, cuman kenceng ungunya, mirip-mirip pink fanta gitu. Aku sih kurang suka warna begini, ngerasa jelek aja di bibirku. Tapi sekilas kalau dilihat dari swatch emang nggak terlalu keliatan ungunya ya, masih wearable banget. Tetep aja kalau pake langsung ngerasa kurang PD ๐Ÿ˜€

Aku paling suka dari segi teksturnya si Opal karena dia nggak seseret yang lain. Sejujurnya, aku memang kurang suka sama Purbasari Matte Lipstick karena seret dan lumayan bikin kering, cepet banget pudarnya lagi (tapi yang ini wajar mengingat harganya super duper murah). Tapi si Opal ini enak banget deh teksturnya, beda sama 3 nomor sisanya. Tetep aja sih, kalau warna lebih suka yang Rose karena natural dan jatohnya bagus di bibirku (geer).

Segitu dulu ya swatches dan reviewnya. Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Oktober Haul from Elsbeauty7 dan Mutiara (Jogjakarta)

Assalamu’alaikum!

Kali ini aku semangat banget buat nulisnya, karena aku baru beli produk-produk makeup baru di @elsbeauty7 (instagram), tapi langsung ke tokonya ada di beberapa lokasi di Jogja. Aku enggak dibayar sama sekali ya sama elsbeauty7, tapi ada poin-poin yang aku suka banget dari elsbeauty7 ini:

  1. Tokonya nyaman, kecil tapi homy gitu (maaf gak aku foto ya karena enggak kepikiran mau ngomongin tokonya juga hehe)
  2. Harganya jauuuuuuh banget lebih murah, bahkan dari sesama online shop yang dia nggak punya offline store. Logikanya, kalau hanya ada online shop harga bisa ditekan, tapi elsbeauty yang punya offline store bahkan bisa lebih murah. Contohnya aku beli Sleek Highlighting Pallete di els harganya 160rb, sedangkan di online shop sebelah (yang followersnya buanyak banget) itu 185rb.

Tapi ada kok yang bikin aku kurang suka sama els ini. Dia nggak ada websitenya, jadi cuma mengandalkan instagram sama line. Kalau mau tau stok produk x ada atau enggak cuma bisa nanya lewat line, nggak bisa ngecek di website. Untuk Toko Mutiara sendiri aku bahas lain kali aja ya, karena ini toko udah common banget lah istilahnya untuk ciwi-ciwi Jogja.

Aduh kok kebanyakan ya malah ngomongin online shopnya haha. Oke langsung ke produk-produk yang aku beli aja ya:

elsbeauty7 jogja
rampokan dari elsbeauty7 dan mutiara

Ini saya beli dalam sehari. Capek iya, tapi bahagianya itu lho! Karena banyak dari mereka yang kadang harus dibeli online. Sebenernya, elsbeauty7 itu udah ada dari dulu, cuman aku nggak mau ke tokonya karena takut khilaf haha. Nanti-nanti aja kalau ada uang. Dan kemarin akhirnya saat itu datang juga.

Read More

Kenapa Sih Suka Make Up?

IMG_4845
bubuk-bubuk kebahagiaan

Rasanya sudah seabad lamanya saya tidak bersua.

Bukan karena kehabisan bahan, bukan karena ketiadaan waktu (well, sebenarnya memang sedang kesulitan membagi waktu), tapi lebih kepada suka mikir,”Ini perlu nggak sih beginian direview dan dipublish?”

Belakangan ini, saya sedang sering dikecewakan oleh produk yang saya beli. Untuk menulis reviewnya, rasanya, kurang rela. Masa iya sih saya mempublish tulisan tentang produk yang kurang saya suka? Ah, tapi rasanya itu hanya alasan. Intinya, saya sedang banyak malasnya. Karenanya, kali ini saya cuma ingin berbagi curhatan yang mungkin kurang penting.

Bagi pembaca, kapan sih kalian mulai menyukai make up?

Saya sendiri mulai suka make up saat kuliah, itu pun bukan di awal-awal semester. Awalnya cuma coba-coba BB Cream yang saat itu mulai ngetren, lalu mulai coba pakai bedak two way cake punya kakak yang sudah enggak dia pakai, lalu saya mulai baca-baca review make up di forum, di blog, di youtube, hingga akhirnya sekarang saya kesulitan lepas dari make up.

Sejujurnya, saya belum pernah menyukai sesuatu melebihi make up. Saya selalu bersemangat saat menceritakan make up. Saya tidak pernah kehabisan bahan obrolan bila itu menyangkut soal make up. Saya merasa ada perasaan bahagia ketika memoleskan lipstick, mascara, foundation, blush on, atau powder ke wajah saya. Tapi ternyata, saya jauh lebih bahagia lagi saat merias wajah orang lain.

Saya pemalas. Bahkan saya seringkali bangun tidur hanya setengah jam sebelum waktu kuliah. Waktu itu saya pakai untuk mandi dan dandan. Iya, waktu sesedikit itu bisa membuat saya lebih presentable.

Makanya, saya mengangguk-angguk saat membaca tulisan ini: Make Up Harian, Hanya 15 Menit untuk Tampil Memukau Setiap Hari!

Ternyata, bukan cuma saya satu-satunya perempuan di muka bumi yang (mungkin) pemalasnya bukan main, tapi tetap ingin tampil pantas. Waktu yang singkat itu saya manfaatkan untuk pakai sunscreen, bedak, pensil alis, dan lipstick. Itu terhitung lagi niat banget. Sedangkan sehari-hari saya lebih suka hanya pakai lipstick demi menghemat waktu. Tanpa lipstick, saya hampir selalu dikira sakit. Tapi demi keperluan foto, saya selalu berusaha tampil all out.

Kembali ke pertanyaan yang jadi judul post ini, kenapa sih saya suka make up?

Kalau mau jujur, make up itu butuh banyak banget perjuangan. Coba-coba produknya tapi terkadang ternyata produknya tidak sebagus klaimnya, harganya yang kelewat mahal, atau yang lebih buruk lagi ternyata bikin break out. Waktu yang dibutuhkan untuk aplikasi make up komplit pun lamanya minta ampun.

Saya sendiri pun sering bertanya-tanya, kenapa sih saya bisa secinta ini dengan make up? Tapi lalu saya sadar, saya tidak sempurna, termasuk untuk urusan fisik. Bahkan untuk memiliki wajah mulus pun masih jauh. Hidung mancung pun tidak. Pipi tirus pun tak punya. Make up bisa memperbaiki itu. Saya tulis, memperbaiki, bukan menjadikannya sempurna. Saya merasa paling tidak, saya berusaha untuk tampil lebih baik di hadapan orang lain. Saya berusaha mencintai diri saya sendiri, bukan dengan mengeluh karena wajah yang butuh koreksi, tapi dengan menonjolkan dan menutupi bagian tertentu dari wajah saya. Saya tidak lagi khawatir dengan komentar orang lain. Bagi saya, make up adalah cara saya menghargai apa yang sudah Tuhan beri.

Satu hal lagi, make up adalah skill. Tidak semua orang bisa memakai make up. Sama halnya dengan menyanyi, melukis, atau menari. Tidak semua orang mampu melakukannya dengan baik. Jika saya menguasai make up, setidaknya, ada hal yang tidak semua orang bisa lakukan, tapi saya bisa. Skill itu mahal, kan?

Oh, satu hal lagi. Saya mencintai make up karena mereka mampu mengajarkan saya untuk sabar, telaten, terus belajar dan yang lebih penting: rajin menabung.

Bagaimana dengan kamu? Sudah tahu jawabannya?

[Review] LT Pro Longlasting Lip Cream no 4

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-1

Assalamu’alaikum!

Selamat sore!

Kali ini aku mau review produk lippies yang udah aku beli sejak Maret kemarin. Cuman karena baru nyempetin sempet jadi yaa baru sekarang deh ngereview.

Awalnya aku enggak mau tertarik SMLC begini sih karena menurutku cuma lagi hype aja. Aku enggak berminat sama NYX SMLC, makanya aku pikir produk lokal juga enggak akan menarik. Tapiiiii lipstick kesayanganku NYX Matte Lipstick penyot gitu sampe bikin aku patah hati, akhirnya aku langsung meluncur ke Mutiara Jogja nggak pake mikir lagi haha. Yang paling bikin aku ngebet mau punya ini adalah review orang yang bilang kalau pakai lip cream ini serasa nggak pake apa-apa! Buset, yakin tuh? Aku mupeng banget.

Bener nggak ya klaimnya? Yuk cus ke reviewnya.

~Packaging~

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-2

Packaging dari lip cream ini menurutku cukup kokoh dan enggak ada kesan murah. Merk LT Pro-nya ada di bagian tutup lip creamnya dan kelihatan elegan meski enggak istimewa-istimewa amat. Tapi yang agak disayangkan sih tutupnya itu glossy, akhirnya mudah kebaret-baret deh. Apalagi aku anaknya cukup ceroboh hehe. Asalkan enggak ditempatin barengan sama pisau bedah sih ya enggak bakal baret terlalu parah.

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-3

Di bagian badan lip cream ada keterangan batch, expired, sama nomor POM. Jadi jangan khawatir kita bakal lupa ini lipstick bagusnya dibuang kapan. Kalau aku sih yakin lipcream ini bakal habis sebelum masa kadaluarsanya, hehe. Kalau mau lebih yakin lagi bisa cek no POM-nya, tapi kalau aku sih enggak ya. Toh LT Pro adalah ‘pemain lama’ perkosmetikan Indonesia, so aku enggak meragukan produknya.

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-4

Di bagian lain dari tubuh si lipcream, ada keterangan kandungan dan tempat produksi. Aku bukan tipe orang yang suka cari tahu soal kandungan produk sih haha. Asal aku pake dan enggak ada reaksi negatif ya udah deh. Tapi kalau kamu rajin ya enggak ada salahnya kok nyari tahu. Nambah ilmu juga ๐Ÿ˜€

~Aplikator~

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-5

Sebenernya ini masih termasuk packaging sih, tapi yaudah lah ya. Mulut botolnya menurutku udah pas, enggak terlalu besar. Kalau dibandingkan sama LA Girl Pigment Gloss itu sih, aku lebih suka ini. LA Girl lebih susah ngeluarin produknya, entah kenapa. Dan aplikator dari LT Pro Longlasting Lipcream ini enak banget! Bisa membentuk garis yang presisi buat bibir, jadi enggak berantakan deh. I love it!

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-6

Can you see that? Aplikatornya lembut, kecil, trus agak meruncing ujungnya jadi enak buat ngolesin produk ke bagian ujung bibir ๐Ÿ™‚

~Swatch & Tekstur~

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-7

LT Pro Longlasting Lip Cream yang aku beli no 4, shadenya enggak ada namanya, cuma nomor. Waktu di konter aku agak bingung nentuin mana yang mau aku beli. Pengennya sih semua haha. Akhirnya aku pilih no 4 karena menurutku ini cukup wearable dan warnanya cantiiiiik. Warnanya pink dengan sedikit hint ungu. Kalau di tangan sih malah agak orange ya. Oh iya, aku sekalian curhat sedikit ya. Aku lihat swatch no 4 ini di beberapa orang di youtube, kelihatannya warnanya enggak terlalu ngejreng lho, hampir nude malah. Tapi di aku ngejreng banget, walau cantik sih warnanya dan orangnya. Aku beberapa kali ngalamin hal begini. Lipstick nude itu ada dua kemungkinan jadinya di bibirku: jadi ngejreng atau jadi pucat. Contoh yang jadi pucat itu Wardah Longlasting Lipstick yang Pink Sorbet. Nggak tau kenapa ๐Ÿ™

Untungnya, LT Pro Longlasting Lip Cream ini ‘cuma’ bikin ngejreng, which is masih bisa aku pake. Sedangkan kalau bikin pucat biasanya enggak akan aku pake lagi. Suka diprotes orang-orang juga karena jelek banget.

Teksturnya … hmm … aku susah berkata-kata karena I TOTALLY LOVE IT AS HELL. Teksturnya itu bagus banget. Enggak terlalu kental atau pekat kaya LA Girl, enggak lengket sama sekali (kayak LA Girl lagi), enggak berat, pokoknya absolutely awesome. Wah terharu banget aku ada produk lokal sebagus ini. Dan beneran, pake ini kayak enggak pake lipstick sama sekali saking ringannya. Aku bahkan sering tidur dan lupa ngehapus lipcream ini karena enggak kerasa. (Aku jarang ngaca lol).

Temenku nanya, bagusan mana ini sama LA Girl Lip cream? Aku jawabnya nggak santai karena merasa LA Girl Lip cream itu jelek sejelek-jeleknya lip cream lol. So sorry LA Girl bye ๐Ÿ˜›

~Staying Power~

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-8

Lip Cream ini mengklaim staying power yang long lasting. Dan ternyata klaim ini terbukti benar di aku. Maaf banget buat foto di atas yang mukaku berminyak keterlaluan. Iya, mukaku seberminyak itu. Itu lip cream yang aku pake selama 6 jam tanpa touch up dan masih bagus banget padahal aku pakai makan juga. Kadang aku malah enggak perlu touch up sama sekali sampai malam karena lip cream ini ngasih stain di bibir. Untuk foto di atas, kayaknya warnanya enggak ngejreng ya? Tapi itu indoor dan cuma pakai kamera depan.

Oh iya, aku lupa fotoin untuk masalah kissproof. LT Pro Longlasting Lip Cream ini lumayan kissproof walau enggak totally kissproof, masih ada jejaknya sedikit dan menurutku enggak mengganggu ๐Ÿ™‚

Oke segitu dulu reviewnya, kesimpulannya:

+ Longlasting

+ Warnanya cantik

+ Teksturnya bagus bangettttt!

+ Mudah didapat karena produk lokal

+ Relatif murah dibanding lip cream merk luar kayak NYX atau Sleek (Nggak, jangan bandingin sama LA Girl lagi huhu)

(-) Suka lupa kalo masih pake lip cream lol

(-) Shadenya sedikit, cuma 8 plis banyakin ๐Ÿ™

Ini aku kasih foto yang kelihatan ngejreng ya di bibirku (bilang aja pengen narsis).

lt-pro-longlasting-lipcream-no-4-9
indoor juga sih, pake kamera depan HP tapi bedanya ini di bandara jadi bagus lightingnya

Where to buy?

Toko Mutiara Jogja

Harga?

Rp 95.000,00 diskon 15%

Info

www.lt-pro.com

Feel free to comment, Wassalamu’alaikum Wr Wb!

Partnership

Halo!
Saya tahu, blog saya belum berkembang terlalu pesat bila dibandingkan dengan blog-blog lain, terutama beauty blog.

Akan tetapi saya akan lebih memilih harus membuat terms & conditions saat blog saya masih belum berkembang begitu pesat daripada saya kebingungan saat tawaran kerjasama itu datang. Lagipula, tulisan adalah doa hehe.

Di blog ini, saya menerima dua bentuk kerjasama, yaitu:

Endorsement

Secara singkat saya mengartikan endorsement sebagai berikut: pihak yang ingin melakukan kerjasama mengirimkan produk yang ingin saya review tanpa bayaran tambahan. Review yang saya publish tanpa tanda khusus, namun diberikan disclaimer pada akhir postingan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk endorsement adalah:

  • Produk yang ditawarkan harus berkaitan dengan beauty. Tidak menutup kemungkinan saya menulis soal memasak atau fashion di blog ini, akan tetapi untuk saat ini saya hanya menerima produk yang berkaitan dengan beauty.
  • Produk yang diberikan disesuaikan dengan kondisi saya, untuk lebih lanjutnya bisa dibicarakan melalui email.
  • Saya akan secepatnya mereview produk yang sudah saya terima, akan tetapi untuk skincare saya memerlukan waktu lebih untuk mencobanya terlebih dahulu. Khusus skincare, saya meminta waktu 1 bulan agar benar-benar sudah merasakan manfaat dari skincare.
  • Endorsement juga berlaku untuk tempat-tempat yang berkaitan dengan beauty, misalnya salon.
  • Saya menulis review dengan bahasa Indonesia meski pernah menuliskan dalam bahasa Inggris. Akan tetapi saya tidak keberatan untuk menulis review dalam bahasa Inggris.
  • Saya berusaha menulis review seobyektif mungkin, karena itu saya akan menuliskan reviewnya sebagaimana yang saya rasakan terhadap produk/tempat.
  • Hal-hal di luar ketentuan di atas, dapat dibicarakan di email.

Advertorial

Saya mengartikan advertorial sebagai berikut: pihak yang ingin mempromosikan produk/tempat membayar saya untuk menuliskan review persuasif. Review yang saya tulis bertanda [Sponsored]. Saat ini, saya belum menerima advertorial karena merasa belum bisa memberikan benefit yang signifikan kepada pihak yang bekerjasama dengan saya,

Ketentuannya adalah sebagai berikut:

  • Produk yang ditawarkan harus berkaitan dengan beauty. Tidak menutup kemungkinan saya menulis soal memasak atau fashion di blog ini, akan tetapi untuk saat ini saya hanya menerima produk yang berkaitan dengan beauty.
  • Produk yang diberikan disesuaikan dengan kondisi saya, untuk lebih lanjutnya bisa dibicarakan melalui email.
  • Saya akan secepatnya mereview produk yang sudah saya terima, akan tetapi untuk skincare saya memerlukan waktu lebih untuk mencobanya terlebih dahulu. Khusus skincare, saya meminta waktu 1 bulan agar benar-benar sudah merasakan manfaat dari skincare.
  • Advertorial juga berlaku untuk tempat-tempat yang berkaitan dengan beauty, misalnya salon.
  • Saya menulis review dengan bahasa Indonesia meski pernah menuliskan dalam bahasa Inggris. Akan tetapi saya tidak keberatan untuk menulis review dalam bahasa Inggris.
  • Besar biaya advertorial bervariasi tergantung jenis produk/tempat. Untuk lebih jelasnya bisa menghubungi saya melalui email.
  • Bila produk yang ditawarkan adalah skincare namun justru tidak cocok untuk kulit saya, saya akan mengembalikan uang advertorial dan menulis review sebagai Endorsement.
  • Review yang saya tulis bertujuan untuk mengiklankan, sehingga review yang saya tulis bersifat persuasif untuk mengajak pembaca memakai produk/tempat yang sama.
  • Hal-hal di luar ketentuan di atas, dapat dibicarakan di email.

 

[Sharing] Pengalaman Belanja ke Jolie Jogja Wirobrajan

IMG_20160417_171321

Assalamu’alaikum!

Jadi aku mau cerita sedikit boleh ya. 2 minggu kemarin aku di Tangerang Selatan, nah tiba-tiba aku pengen bikin scrapbook. Aku pilih ke Teraskota Mall karena selain pernah ke sana, katanya ada Paper Studio yang emang jual bahan-bahan scrapbook. Eng ing eng, sesampainya di sana ternyataaa toko itu sudah lama tutup. Jleb banget kesel ๐Ÿ™

Akhirnya aku googling untuk wilayah Jogja, nah dapet rekomendasi di Twitter katanya ada di Jolie. Namanya baru banget aku denger. Tapi karena masih di Tangerang, aku jadi belum bisa kesana langsung. Nah Jolie terlupakan deh. Tapi begitu sampai di Jogja kemarin, aku googling lagi, dan ya, jadi inget deh sama Jolie. Aku langsung meluncur ke Jolie jam setengah 5 sore hari Minggu kemarin haha.

Dari Kaliurang sini jauh banget rasanya, hampir 1 jam perjalanan, tapi karena macetnya lumayan juga sih.

Sesampainya di sana, aku kaget karena RAME BANGET. Mobil-mobil sampai tumpah-tumpah di jalan. Oh iya, kalau mau ke Jolie mudah kok. Dari jalan Hos Cokroaminoto itu lurus terus sampai ke Kapten Tendean, nanti kiri jalan. Cukup mencolok kok jadi mudah.

IMG_20160417_171327
tampilan depan Jolie yang terkesan minimalis

Oh iya, karena Jolie Jogja Wirobrajan kayaknya terlalu panjang, jadi aku tulis Jolie saja ya. Nah setelah parkir, aku langsung masuk (btw bayar parkirnya langsung di awal ya). Ke penitipan barang, trus di seberang penitipan barang ada papan pengumuman.

IMG_20160417_171414

Wow menarik banget! Aku tertarik banget sama Beauty Class with Larissa itu, tapi sayang sungguh sayang, aku udah ada janji tanggal itu. Hiks sedih. Oh iya, maaf ya yang beauty class itu malah kepotong infonya. Infonya bisa kamu cari di twitternya Jolie (twitter.com/joliewirobrajan) atau di websitenya: Beauty Class With Larissa

Ada juga informasi soal lowongan kerja. Aku sebenernya pengen, tapi berhubung sudah intern di Zetta Media, akhirnya aku pikir-pikir lagi, apalagi Jolie cukup jauh dari kosku. Info soal lowongan kerjanya bisa kamu dapet di twitternya.

Aku harap sih Jolie enggak bosen-bosen ngadain Beauty Class, aku sedih banget karena nggak bisa ikut beautyย  class ini ๐Ÿ™

Begitu masuk, langsung deh keliatan barang-barang unyu yang banyak dijual Jolie.

IMG_20160417_171519
Pernak pernik di lantai 1

Nah, ini dia permasalahannya. Aku enggak menemukan satu pun bahan-bahan untuk buat scrapbook. Saat nanya ke salah seorang pramuniaga, mbaknya bilang nggak ada. Duh sedih. Tapi berhubung penasaran, akhirnya aku muter-muter siapa tahu nemu sesuatu yang menarik hati.

IMG_20160417_172211

Bisa dibilang Jolie ini lengkap banget deh. Ada barang-barang lucu buat kado, ada barang pecah belah, ada perlengkapan smartphone kayak headset atau wide lens, topi, kalung, gelang, dompet, kaus kaki, make up merk tertentu, tools make up, bahkan perhiasan! Itu baru di lantai 1 lho, sedangkan Jolie ada 3 lantai.

IMG_20160417_172332
topinya lucu-lucu dan muraaah!

Menurutku harga yang dipatok Jolie sangat murah. Bahkan aku sempat lihat keterangan di atas rak gelang, harganya cuma Rp 5000 untuk 3 buah gelang. Wow!

Untuk tools make upnya, aku lumayan lama lihat-lihat di sini. Biasalah namanya juga cewek ๐Ÿ˜› akhirnya aku beli jarum pentul premium dan bantalan jarum pentulnya yang imut banget. Sama kaus kaki.

IMG_20160417_202303

Nah, tapi di bagian tools make up ada yang sedikit menggangguku nih. Apa ya?

IMG_20160417_174114

Paham enggak maksudku yang mana? Aku zoom yaa

IMG_20160417_174119

Kelihatan? Ya, merk-nya. Aku cukup terganggu dengan dijualnya barang-barang KW di Jolie. Sayang aja, padahal Jolie udah berhasil menggaet pembeli sedemikian banyak. Menurutku, dalam kasus bulu mata palsu ini, Jolie lebih baik menjual brand Indonesia yang juga harganya murah-murah. Atau malah sekalian yang tidak bermerk. Daripada menjual murah tapi KW?

Yang menarik, pas di kasir, aku perhatikan mbak-mbaknya gaul-gaul haha. Meski berseragam, tapi menurutku nyaris nggak ada bedanya sama pembeli. Selain make up yang cetar, mbak pramuniaganya juga tatanan rambutnya unik-unik.

Nah, karena sudah maghrib, aku memutuskan ke lantai 3 (mushola ada di lantai 3). Tapi begitu sampai di lantai 2, aku malah melihat-lihat lagi haha. Di lantai dua ini ada home decor, wallpaper, sama baju-baju. Aku menduga karena sedang ada renovasi di Jolie, maka baju-baju pun ada di lantai 2 karena begitu sampai di lantai 3, aku ketemu baju-baju lagi. Tapi aku kurang tahu memang sejak awal begitu atau karena sedang ada renovasi.

IMG_20160417_174948
ini di lantai 2

Sewaktu ke bagian decor, aku lihat ke bagian bunga-bunga. Di tembok ada keterangan kalau mau memotret harus ada atribut Jolie-nya. Yang dimaksud atribut adalah papan kayu bertuliskan Jolie yang disediakan di wadah khusus. Aku kurang tahu apakah ini hanya berlaku untuk bagian decor atau seluruh bagian Jolie. Jadi bila foto-foto di atas ternyata salah, just let me know, akan aku hapus ๐Ÿ™‚

Nah, akhirnya aku ke lantai 3 yang isinya baju-baju dan sepatu. Di bagian pojok ada mushola. Nah desain musholanya menurutku aneh banget.

IMG_20160417_180934

Maaf kalau ngeblur. Kelihatan nggak? Jadi saat aku masuk, sudah ada imam dan makmumnya yang lagi sholat. Tapi tempat wudhu ada di sebelah imam, jadi aku harus ke sana. Selain harus melewati imam, tempat wudhunya juga tercampur, dan ternyata itu merupakan semacam ‘loteng’ yang menghadap ke jalan. Menurutku harus ada perbaikan di sini karena kurang nyaman banget. Tapi mukenanya wangi, sajadahnya juga. Jadi seneng deh pakenya.

Setelah itu aku turun dan pulang. Oh iya, pembayaran di kasir bisa memakai ATM. Antrian di kasirnya aku rasa nggak parah, karena ada beberapa spot kasir.

Nah, itu dia pengalamanku belanja sedikit di Jolie. Semoga Jolie segera membuka cabang di daerah Kaliurang agar tidak terlalu jauh hehe. Trus mushola juga semoga semakin baik.

Itu aja dari aku. Kalau ada yang mau ditanyakan feel free to comment.

Wassalamu’alaikum Wr Wb!

Informasi:

Twitter * Facebook * Instagram * Website

[Beauty Talk] Pengalaman Ke dr. Y. Widodo, SpKK

Assalamu’alaikum!
Kali ini aku enggak mau review produk, tapi mau sharing pengalamanku ke dr. Widodo yang kesohor di Jogja.ย Tapi maaf sebelumnya kalau ngebosenin, karena enggak akan ada foto sama sekali (nanti aku update dengan foto obat yang dikasih ya). Wajahku yang berjerawat juga enggak terlalu terlihat karena aku berjilbab.

Jadi ceritanya, beberapa hari lalu mukaku laku jerawatan parah banget dan susah sembuhnya. Pake oil enggak mempan (aku bahkan lupa namanya, yang bau bawang putih itu) dan acnol enggak mempan sama sekali. Ditambah wajahku gatel-gatel dan kerasa kering banget meski banjir minyak. Jerawaku paling parah area dagu dan pinggir-pinggir gitu kayak deket telinga atau jidat.

Akhirnya Senin kemarin (tanggal 28) tekadku bulat buat ke dr. Widodo. Beliau ini praktek di Apotek Panji, RS Panti Rapih dan RS Sardjito. Jam 8.15 aku telpon ke Apotek Panji (buka pendaftarannya mulai jam 8 pagi) tapi sempet salah nomor. Usut punya usut, ternyata di google nomor telepon dan alamatnya belum diupdate karena Apotek Panji udah pindah. Untungnya aku nemu nomor telepon yang benar. Akhirnya aku telepon dan ditanya udah pernah datang belum. Aku jawab belum dapat dibilang dapat nomor antrian 29. OH MY GOD. Padahal sehari dr. Widodo cuma menerima 30 pasien -_- Untung sekali aku masih kebagian. Mungkin karena libur paskah ya jadi pasien banyak.

Read More

[Review] Novexpert Peeling Night Cream

Halo, halo, Assalamu’alaikum!
Akhirnya bisa nulis review lagi.

Sedikit cerita, sekarang aku lagi magang di Zetta Media sebagai content writer. Zetta Media ini punya 10 portal. Nah, sebagai anak magang, aku dituntut untuk bisa nulis di seluruh portalnya. Jadilah blog ini kurang perhatian hehe. Btw, kalian bisa lho cek tulisanku di rula.co.id (yang ini cocok buat perempuan!), trivia.id, kamantara.id, virala.id, dan moola.id

Nah, kali ini aku mau review produk dari Novexpert. Ceritanya, aku baca artikel di femaledaily tentang produk yang ampuh untuk ngilangin bekas jerawat. Salah satu produknya ini. Dan aku penasaran banget karena di FD review pun bagus-bagus banget.

sign2b252852529
foto dari: haihaichacha.blogspot.com

Masalahnya adalah, harganya itu Ya Allah bikin pengen nangis. Hampir 500.000 rupiah! Katanya sih, produk ini awet banget, makanya worth it. Worth it kalau ada duitnya, kalau enggak ya sama aja. Akhirnyaaa aku memutuskan untuk mencobanya dengan cara membeli share-nya.

Aku post di thread di Female Daily yang khusus untuk nulis tentang apa yang pengen kamu beli, siapa tau ada yang liat dan menawarkan miliknya. Nah, enggak berapa lama, ada seorang anak FD yang menghubungiku via PM dan akhirnya aku WA. Luckly me, dia baik banget karena jualnya murah. Namanya Lina. Thankyou, Lina! Aku beli 5g aja dan dihargai 65.000 (itupun dia kasih lebih karena jarnya kegedean). Wow senangnya.

SMOOTH SKIN AND RADIANCE COMPLEXION
Extraordinary RENEWED SKIN effect on all skin types, thanks to progressive micro-peeling action. Upon waking the skin’s texture is visibly smoother, refined and incredibly soft
RADIANCE-ENHANCING ingredients add greater luminosity and evenness to the complexion for perfectly beautiful skin

(deskripsi dari www.beautybox.co.id)

Packaging

Soal packaging aku enggak bisa berkomentar banyak berhubung aku hanya beli versi share-nya. Lina kasih packaging dari produk Loccitane.

Read More